Just a coret coretan iseng, semoga bisa jadi renungan..grin emotikon
Suatu hari ada pemuda A yang datang kerumah seorang gadis kemudian si pemuda A menemui ayah si gadis untuk melamarnya,
Pemuda A : bapak, kedatangan saya kemari meminta restu, saya ingin menikahi anak bapak
Ayah : atas keberanian apa kamu ingin menikahi anak gadis saya nak?
pemuda A : saya sudah punya uang yang cukup untuk kehidupan kami berdua nanti pak, saya sudah bekerja di sebuah perusahaan, saya bisa menjanjikan dan menjamin kehidupan anak bapak kelak..
Ayah: apa kamu sudah taat dengan sholatmu nak?
pemuda A : belum pak, saya sering disibukan dengan pekerjaan
ayah : apa kau tidak menyempatkan waktumu hanya 5 menit saja untuk sholat nak?
pemuda A : kalau sempat saya sholat ko pak
ayah : lalu apa kau bisa mengaji nak?
pemuda A : insyaallah bisa pak
ayah : semua keputusan ada di anak gadis bapak nak
pemuda A : tenang saja pak insyaallah anak gadis bapak menerima saya sebagai pasangan hidupnya, karna kita sudah berteman lama sejak masih duduk d bangku sekolah pak
Ayah: nak, apa kamu bersedia menerima pinangan dari dia?( tanya si ayah kepada anak gadisnya)
si gadis : saya perlu belajar lebih banyak lagi mengenai beberapa hal ayah, saya masih harus memantaskan diri, memang kami telah lama mengenal, tapi sepertinya bukan saya jadis yg dia cari ayah..
ayah : kamu sudah mendapatkan jawaban atas pinanganmu anak muda, anak saya masih harus memantaskan dirinya
(pulanglah si pemuda A dengan hati yg penuh dengan kecewa)
Ayah : atas keberanian apa kamu ingin menikahi anak gadis saya nak?
pemuda A : saya sudah punya uang yang cukup untuk kehidupan kami berdua nanti pak, saya sudah bekerja di sebuah perusahaan, saya bisa menjanjikan dan menjamin kehidupan anak bapak kelak..
Ayah: apa kamu sudah taat dengan sholatmu nak?
pemuda A : belum pak, saya sering disibukan dengan pekerjaan
ayah : apa kau tidak menyempatkan waktumu hanya 5 menit saja untuk sholat nak?
pemuda A : kalau sempat saya sholat ko pak
ayah : lalu apa kau bisa mengaji nak?
pemuda A : insyaallah bisa pak
ayah : semua keputusan ada di anak gadis bapak nak
pemuda A : tenang saja pak insyaallah anak gadis bapak menerima saya sebagai pasangan hidupnya, karna kita sudah berteman lama sejak masih duduk d bangku sekolah pak
Ayah: nak, apa kamu bersedia menerima pinangan dari dia?( tanya si ayah kepada anak gadisnya)
si gadis : saya perlu belajar lebih banyak lagi mengenai beberapa hal ayah, saya masih harus memantaskan diri, memang kami telah lama mengenal, tapi sepertinya bukan saya jadis yg dia cari ayah..
ayah : kamu sudah mendapatkan jawaban atas pinanganmu anak muda, anak saya masih harus memantaskan dirinya
(pulanglah si pemuda A dengan hati yg penuh dengan kecewa)
satu bulan satu tahun kemudian datang lagi seorang pemuda B yang berniat meminang i gadis tadi
pemuda B : maksud kedatangan saya kemari ingin meminang anak bapak pak, apakah bapak menyetujuinya?
ayah : kenapa kamu memberanikan diri datang kemari untuk meminang anak saya nak?
pemuda B : saya memang dari keluarga sederhana pak, saya hanya seorang pegawai swasta, dan saya tidak bisa menjanjikan apapun untuk anak gadis bapak seperti pemuda lainnya, saya hanya akan berusaha membahagiakan anak bapak, dan menyempurnakan agama saya dengan menikahi anak gadis bapak..
ayah : apakah sholatmu telah terpenuhi nak?
pemuda B : insyaallah pak, saya menyempatkan sedikit waktu saya untuk sholat
ayah : apa kamu bisa mengaji nak?
pemuda B : insyaallah selalu saya luangkan waktu untuk itu walau hanya beberapa ayat pak
ayah : nak, pemuda ini berniat baik untuk meminangmu, apakah kau bersedia?( menanyakan pada anak gadisnya)
si gadis : insyaallah saya terima ayah, insyaallah saya mau menjadi pendampingnya..
ayah : nak, satu tahun yang lalu pemuda A berniat meminangmu juga, tetapi kamu menolak padahal ayah tahu kamu ingin segera menikah bukan?
lalu alasan apa yg membuat kamu menerima si pemuda B untuk menjadi suamimu kelak?
si gadis : ayah, yang saya pilih bukan untuk menjadi pasangan saya, tetapi menjadi pendamping saya. yang saya cari bukan seseorang yang mampu menjanjikan apapun untuk kebahagiaan saya, tetapi yang saya cari adalah orang yang mampu berusaha membangun rumah tngga atas Ridho dari-Nya, seperti yg pernah ayah katakan bahwa letak kebahagiaan suatu keluarga jika kluarga tersebut memiliki pondasi yang kuat, terutama pondasi iman kepada Allah SWT. Buat apa saya memilih seorang laki laki yang mapan tetapi untuk meluangkan waktu kepada penciptanya saja dia enggan? lantas bagaimana dia bisa meluangkan waktu untuk saya dan anak anak saya kelak? ayah, memang saya mengenal pemuda A sudah lama, tetapi saya belum benar benar kenal dengannya, sedangkan saya kenal si pemuda B baru beberapa tahun ini tetapi darinya saya banyak belajar, saya lebih bisa dewasa yah. ayah, bukannya kita harus memilih calon imam yang bisa menyempurnakan agama kita? ya walau memang agama saya tidak sepadan dengan agama si pemuda B, tetapi saya yakin dia mampu menuntun saya kejalan yang Allah ridhoi ayah. Insyaallah dia jodoh saya..
ayah :nak, semua jawabanmu itu memang benar, mengapa bukan ayah yang memutuskan karna ayah tau kamu mampu memilih calon pendamping yang baik untuk masa depan dan agamamu kelak, memang dialah pemuda yang kamu cari nak, jangan pernah memandang materi ataupun jabatan semata, pilihlah pendamping hidupmu yang mau sama2 berjuang, masalah rejeki pasti Allah lancarkan nak..
si gadis : aamiin ayah, semoga saja smile emotikon
pemuda B : maksud kedatangan saya kemari ingin meminang anak bapak pak, apakah bapak menyetujuinya?
ayah : kenapa kamu memberanikan diri datang kemari untuk meminang anak saya nak?
pemuda B : saya memang dari keluarga sederhana pak, saya hanya seorang pegawai swasta, dan saya tidak bisa menjanjikan apapun untuk anak gadis bapak seperti pemuda lainnya, saya hanya akan berusaha membahagiakan anak bapak, dan menyempurnakan agama saya dengan menikahi anak gadis bapak..
ayah : apakah sholatmu telah terpenuhi nak?
pemuda B : insyaallah pak, saya menyempatkan sedikit waktu saya untuk sholat
ayah : apa kamu bisa mengaji nak?
pemuda B : insyaallah selalu saya luangkan waktu untuk itu walau hanya beberapa ayat pak
ayah : nak, pemuda ini berniat baik untuk meminangmu, apakah kau bersedia?( menanyakan pada anak gadisnya)
si gadis : insyaallah saya terima ayah, insyaallah saya mau menjadi pendampingnya..
ayah : nak, satu tahun yang lalu pemuda A berniat meminangmu juga, tetapi kamu menolak padahal ayah tahu kamu ingin segera menikah bukan?
lalu alasan apa yg membuat kamu menerima si pemuda B untuk menjadi suamimu kelak?
si gadis : ayah, yang saya pilih bukan untuk menjadi pasangan saya, tetapi menjadi pendamping saya. yang saya cari bukan seseorang yang mampu menjanjikan apapun untuk kebahagiaan saya, tetapi yang saya cari adalah orang yang mampu berusaha membangun rumah tngga atas Ridho dari-Nya, seperti yg pernah ayah katakan bahwa letak kebahagiaan suatu keluarga jika kluarga tersebut memiliki pondasi yang kuat, terutama pondasi iman kepada Allah SWT. Buat apa saya memilih seorang laki laki yang mapan tetapi untuk meluangkan waktu kepada penciptanya saja dia enggan? lantas bagaimana dia bisa meluangkan waktu untuk saya dan anak anak saya kelak? ayah, memang saya mengenal pemuda A sudah lama, tetapi saya belum benar benar kenal dengannya, sedangkan saya kenal si pemuda B baru beberapa tahun ini tetapi darinya saya banyak belajar, saya lebih bisa dewasa yah. ayah, bukannya kita harus memilih calon imam yang bisa menyempurnakan agama kita? ya walau memang agama saya tidak sepadan dengan agama si pemuda B, tetapi saya yakin dia mampu menuntun saya kejalan yang Allah ridhoi ayah. Insyaallah dia jodoh saya..
ayah :nak, semua jawabanmu itu memang benar, mengapa bukan ayah yang memutuskan karna ayah tau kamu mampu memilih calon pendamping yang baik untuk masa depan dan agamamu kelak, memang dialah pemuda yang kamu cari nak, jangan pernah memandang materi ataupun jabatan semata, pilihlah pendamping hidupmu yang mau sama2 berjuang, masalah rejeki pasti Allah lancarkan nak..
si gadis : aamiin ayah, semoga saja smile emotikon