Senin, 13 Juni 2016

Cerpen Semanis Cornello

Semanis Cornello

Tia, seorang gadis berhijab cantik. Yang tinggal di kota metropolitan, tetapi  kehidupan tia tak terpengaruh oleh dunia hitam di kota metropolitan.
Terdengar suara anak kecil yang menangis, di sudut jembatan besar, sambil memegang beberapa balon, anak kecil ini terbilang tak mempunyai tubuh yang sempurna, tangannya tak ada satu. Seketika tia langsung turun dari sepedanya, tia langsung menghampiri anak kecil tersebut.
“Adek manis, kenapa kamu sendirian pagi-pagi begini? Kemana orang tuamu dek? Dan sedang apa kamu disini? “ Tanya tia sambil mengelus-elus kepala anak kecil tersebut, tia merasa kasian melihat anak kecil itu, apalagi ketika tia melihat kondisi anak kecil itu yang terbilang tak wajar, tak seperti anak kecil pada umumnya.
“ kaka cantik ini siapa? Kaka bukan orang jahat kan? “ jawab anak kecil itu sambil ketakutan, dan merengek masih menaangis tersedu-sedu.
“ tenang adek manis, kakak orang baik, siapa namamu? Dan sedang apa kamu berada disini sendirian?” kata tia sambil membangkitkan anak kecil tersebut dari sudut jembatan.
“ tadi aku sedang bermain balon dengan teman-temanku di asrama, tiba-tiba balonku di terbangkan oleh temanku, dan aku berusaha mengejar balon itu, dan aku tersesat tak bisa pulang kak. Namaku ibnu “ jawab si anak.
“ ibnu tahu jalan menuju asrama? Boleh kakak antar ibnu pulang? “ tanya tia menawarkan tumpangan kepada ibnu.
“ tahu ka, tapi lumayan jauh dari sini, apa kakak tidak kecapean nantinya? “ tanya ibnu ragu
“ tidak adek manis, mana mungkin kakak akan cape mengantarkan anak semanis kamu pulang, nanti ibu asramamu mencari kamu lho” jawab tia seraya menggandeng tangan ibnu menuntun ibnu menuju sepedanya.
Ternyata tia sangat menyukai anak kecil, apalagi melihat ibnu, tia serasa ingat akan adiknya yang sedari kecil sudah meninggal dunia, nasib adiknya hampir sama seperti nasib ibnu, adik tia cacat fisik, sehingga adik tia tak mampu bertahan hidup. Tia sangat kagum, dan simpati dengan keadaan ibnu, walaupun ibnu cacat secara fisik, tapi ibnu tetap bermain layaknya seorang anak normal pada umumnya.
Tiba-tiba di tengah jalan hujan pun mulai turun, sehingga tia meminggirkan sepedanya di sebuah halte bis, takut ibnu kebasahan dan sakit.
“kita berhenti disini dulu ya, takutnya kalau kita lanjutkan perjalanan nanti kamu sakit dek, kakak tak bisa membiarkan kamu sakit” kata tia sambil mengusap rambut ibnu yang basah.
“ iya kakak” jawab ibnu dengan polosnya.
Sambil menunggu hujan reda, tia duduk di halte, sementara ibnu asik bermain balonnya.
“ kakak”
“iya dek, kenpa?”
“ kakak pernah makan es cream? Rasanya itu seperti apa ya kak? “

“ kamu belum pernh makan es cream dek? Rasanya itu lembut di mulut, apalagi kalau rasa coklat itu yummi sekali “ jawab tia sambil membayangkan kalau mereka berdua sedang makan es cream.
“ wah enak sepertinya, makanan terenak yang pernah aku makan hanya gulali kakak, aku bahkan tak pernah bisa membayangkan seenak apa es cream itu” jawab ibnu sambil masih asiknya bermain balonnya itu.
Tia terkejut mendengar jawaban ibnu, hatinya sangat terpukul, anak sekecil ibnu seharusnya masih perlu mendapatkan kasih sayang, kebahagiaan dari kedua orang tuanya. Tetapi sangat berbeda dengan ibnu, bahkan makan es cream saja dia tak pernah.
“ kring.. kring.. es cream es cream..”
Seketika suara abang tukang es cream membuyarkan lamunan tia. tia langsung bergegas menghentikan abang tukang es cream.
“ bang es cream bang..! “ teriak tia.
“ yang apa neng ? “
“ cornellonya ada bang? Yang rasa coklat dua ya” jawab tia sambil menyodorkan uang.
**Setibanya di halte **
“ dek, ini kaka belikan es cream buat kamu” kata tia sambil tersenyum menyodorkan es cream ke ibnu.
“ wah terimakasih kaka, ini kado terindah untukku “ jawab ibnu sambil jingkrang jingkrak kegirangan.
Suasana di halte menjadi mengahangat dengan canda tawa dari ibnu, tia merasa adiknya telah kembali, tia merasa kerinduannya kepada adiknya telh terobati karna ibnu.
Hujan pun mereda, tiba waktunya tia meantarkan ibnu untuk pulang.
“ dek, ayo kaka antarkan kamu pulang”
Di tengah jalan ibnu bercerita tentang kakak laki-lakinya, itu adalah Arda, kakak laki-laki ibnu yang menjadi kluarga satu-satunya yang ibnu punyai. Arda jauh dengan ibnu, arda harus melanjutkan kuliahnya di salah satu unniversitas di jogja. Itu berkat kepandaian arda sehingga arda mendapatkn beasiswa.
“ aku jadi rindu kak arda, katanya kak arda akan main ke asrama dan akan membawakan kado es cream untukku” kata ibnu bercerita kepada tia.
“ siapa kak arda itu dek? “ Tanya tia penasaran.
“ kak arda itu kakaku ka, dia sekarang jauhhh sekali, dia sekolah lagi, lama tak menengok ibnu, ibnu kangen kak arda “ jawab ibnu dengan gelagat anak kecilnya yang masih sangat polos.
Sesampainya di asrama, di halaman asrama kian ramainya karna anak-anak seusia ibnu sedng asyik-asyiknya bermain. Terlihat satu motor yang terparkir di sudut asrama.
“ itu seperti motornya kak arda, apa kak arda ada disini? Ayo kak cepat, aku ingin cepat cepat bertemu dengan kak arda. “ kata ibnu sambil menarik-narik tangan tia.
Ternyata memang ada arda di asrama, seketika  ibnu langsung mengahmpiri kaka tercintanya itu.
“ kakak datang, kaka lama sekali datangnya, ibnu kangen, ibnu ingin makan es cream “ tanya ibnu kepad arda.
“ ibnu, kakakmu dari tadi kesini, tapi kamu di cari-cari tidak ada” jawab ibu asramanya tersebut.
“ iya ini kaka bawakan es creamnya sayang” jawab arda sambil menydorkan es cream ke ibnu”
“ siapa yang mengantarmu ibnu? Kakak cantiknya kok gak di persilahkan masuk? Ay silahkan masuk mba” tanya ibu asrama kepada ibnu, sambil mempersilahkan tia masuk.
“ oh iya lupa, ii kakak cantik yang telah mengantarku pulang ibu, kakak, aku bahkan di belikan es cream tadi “ jawab ibnu.
Suasana terlihat riang di ruang tamu tersebut, akhirnya arda dan tia pun berkenalan.
“ terimakasih ya kamu telah mengantarkan adikku pulang, jarang loh ada perempuan cantik spertimu yang mau perduli dengan anak seperti ibnu “ kata arda kepada tia.
“ ah, tak apa, aku tak merasa keberatan mengantarkan ibnu pulang. Ibnu itu anak yang lucu, lgu, dan dia mengingatkanku kepada adikku yang sudah meninggal dunia.” Jawab tia dengan wajah ang terlihat sedih.
“oh maaf, aku tak tahu. Bukan maksudku membuatmu sedih” jawab arda merasa tak enak hati.
“ iya tidak apa-apa “ jawab tia.
“ oh iya, kenalkan namaku arda, kalau kamu? “ tanya arda memulai perkenalan.
“ iya aku sudah tahu dari ibnu, namaku tia” jawab tia
Dari percakapan tersebutlah awal mula perkenalan tia dan arda dimulai. Arda memliki rasa kagum terhadap tia, dia adalah sosok gadis soleha, baik, periang, dan yang paling arda sukai adalah karna tia sangat suka terhadap anak-anak.
Begitupun tia, dia juga mengagumi arda, arda adalah sosok lelaki bertubuh tinggi, dengan stile yang cool, baik hati, ramah.
Sejak pertemuan itulah tumbuh rasa sayang kepada keduanya, dan tak jarang juga bila arda menemui ibnu, arda juga menemui tia hanya untuk sekedar bertemu melepas rasa rindunya.

Kisah ini bagaikan kisah yang semanis es cream..
Kisah yang lembut, sangat enak untuk di rasakan..
Membuat hari-hari kita lebih berwarna..
Cornello, adalah gambaran kisahku dan kisahnya..
  Nurindah Nulfisari

PERKARA-PERKARA YANG BERKAITAN DENGAN RAMADHAN

TAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG PUASA
Allah taala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184).

PUASA

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, jima' (bersetubuh) dan segala sesuatu yang membatalkan dengan disertai niat, mulai dari terbit fajar kedua hingga terbenamnya matahari.

Puasa adalah rukun Islam yang diwajibkan kepada setiap muslim yang balight berakal memiliki kemampuan untuk mengerjakannya,dan mukim (tinggal menetap).

SHALAT TARAWIH

Yaitu menghidupkan malam-malam bulan ramadhan dengan shalat dan membaca bacaan yang panjang didalamnya. diberi nama demikian karena para sahabat ketika itu beristirahat ketika dua rakaat. demikianlah yang disunahkan adapun jumlah rakaatnya ada sebelas.
Untuk Tata Cara Shalat Tarawih sendiri dilakukan selama 30 Hari dibulan Ramadhan pada waktu malam hari setelah Shalat Isya sampai terbitnya Fajar atau sebelum masuk Shalat Subuh, Lebih baik dillakukan secarra berjamaah di Masjid dan dikerjakan dg Jumlah Raka’at 20 serta ditambah dg Shalat Witir di akhir Shalat Tarawih. Kemudian Cara Mengerjakan Shalat Tarawih ini masih sama dg Cara Shalat lainnya yg diawali dg Niat Shalat Tarawih dan diakhiri dg Salam.
Hanya saja dilakukan masing – masing 2 Raka’at dg Satu salam sehingga jika dikerjakan dg Jumlah 20 Raka’at berarti melakukan Shalat 10 kali. 

Cerpen Greatest Friends

GREATEST FRIENDS
( Nurindah Nulfisari)
Hallo , namaku Nia , aku salah satu mahasiswi di salah satu unniversitas swasta di tegal .. baru semester satu ..hehe langsung aja ya ..
Seminggu telah lamanya aku liburan dirumah , maklumlah hari tenang karna senin depan udah UTS(ulangan tengah semester) ..
“kring kring “ hapeku mulai berbunyi .. “ 1 pesan baru “ dari salah satu sahabat ku yang belum lama aku kenal ini namanya linda..
“ Sob ,pada mau bayar daftar ulang kapan nih ? udah mepet banget loh ! “
Seketika aku tak merewes smsnya dia..
“ oh jadi gini , baru seminggu liburan udah gak ada kontak sama sekali ! , sms kalo lagi ada maunya doang ! udah nanti mulai senin aku gak mau bareng lagi sama kamu , cukup tau ! “(kedua kalinya linda sms) ..
Aku terkejut membaca sms itu , aku bingung harus bagaimana ,karna aku lagi gak punya pulsa ..
Tanpa berfikir panjang , aku langsung bergegas membuka isi dompet dan mengambil uang secukupnya ..
“gubrak ! “ suara pintu depan rumahku terdengar ..
Aku berlarian menuju conter yang msih buka ..
“ mbak , aku beli pulsa yang 5.000 ya ! “
“iya non mana nomernya ?”(jawab petugas conter)
“ini 08389xxx “
“sudah masuk non ?”(tanya petugas conter itu)
“sudah ,terimakasih mbak . dan ini uangnya ! “(jawab aku sambil terburu buru memberi uang itu).

Sesampainya dirumah ..
“mba linda ,maaf aku baru bales .karna aku baru punya pulsa mba ..”(smsku ke mba linda)
“ah gak ada pulsa , atau pura pura gak ada pulsa ! gua gak percaya sama loe ! bulsit ! “ (jawab mba linda dengan nada kasar)
Seketika badanku lemas ,gemetaran ..aku bingung ! ada apa dengan mba linda, rasanya aku gak berani membalas smsnya itu . tetapi akhirnya aku memberanikan diri untuk membalasnya.
“mbak , Demi  Allah aku baru ada pulsa , terserahlah kalo mbak gak percaya !”(smsku dengan nada emosi )

Hari rabu ,
Di barisan kursi depan paling kanan tempat biasa aku duduk bersama dengan sahabat sahabatku yaitu Linda,Dita,Setia,dan Idha ..
Kini aku duduk dibelakang brsama dengan mb anis .. seharian aku di cuekin oleh mereka berempat .
Rasanya aku ingin secepatnya pulang kerumah ,karna sudah tidak betah berlama lama di kampus dengan keadaan seperti ini .
Aku berjalan kesana kemari , mengurus apa yang harus aku urus sebelum UTS berlangsung ..
Lagi lagi aku tak bersama dengan sahabat sahabatku ..
Difikiranku kacau , sakit, kecewa , marah ,sedih mencampur jadi satu .

Tepatnya hari Kamis , tanggal 07 november  ..
Itu adalah hari yang paling sejarah buatku .. karna di hari itu aku genap berusia 18 tahun ..
Sesampainya  dikampus ,

“hmmm ,kayaknya ada yang ultah nih ! .. m2mnya dong di tunggu ya ? (kata Anggit teman sekelasku)
“apaan sih nggit ! mintannya m2m mulu , nanti aku beli permen satu bungkus ya ! aku bagi satu persatu mau ?(jawabku sambil meledek )
“ahhh Nia peliit ! “( jawab anggit dengan nada kesal )
“biarin ! lagian yang di harepin Cuma m2mnya doank sih !!(jawabku ketus)
Linda,setia,dita,dan ida hanya diam , mengacuhkan pembicaraanku dengan anggit . seolah olah merek berempat tak perduli .
“daripada bengong gini gak ada MK mending kita hang out ke pantai aja yuk ? setuju gak ?”(tanya dita)
“yuk yuk aku setuju “(kata teman temanku )
“foto foto yuk Ni di pantai ?”( tanya Anggit sambil menggoda )
“ayuk ,daripada BT gini !”(jawabku sinis )
Padahal disitu hatiku sedih sekali , aku berharap sahabat sahabatku meminta maaf padaku ,dan mengucapkan kata Selamat Ulang Tahun padaku ..

Sesampainya di pantai ,
“satu,dua,tiga .. ayo !!(teman temanku sambil menggered tanganku ketepi pantai )
Dan aku terjatuh ke pasir , badanku berlumuran dengan pasir . Aku sangat sangat terkejut !
Ketika aku berusaha bangun ,
“tar !!”( telor , beserta terigu membasahi kepala dan tubuhku )
Kepalaku mulai pusing dan sempat mau tergeletak aku di tepi pantai . untung saja ada teman yang memegangiku ..
“Happy birthday to you , happy birthday to you , happy birthday , happy birthday , happy birthday to you .. Selamat ulang tahun Nia “( bersorakan teman temanku menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku)
Aku terdiam , aku tak bisa berkata apa apa , yang ada di perasaanku adalah campur aduk ,ada haru,senang,bahagia,kesal jadi satu ..
Aku hanya bisa menjawab kepada mereka
“terimkasih sahabat “(sambil ku teteskan air mata haru “
Sangat sangat tidak aku duga mereka melakukan ini semua ..

Setelah beberapa jam lamanya aku bersama sahabat sahabatku di pantai , akhirnya aku pulang kerumah dengan badan basah kuyup , kotor ,dan baunya itu lho ..

Jum’at pagi..
“kring kring “(hapeku berbunyi ) .. empat sms baru ..
Ternyata sms dari linda,setia,dita dan ida ..
Belum puas mereka ngerjain aku , sampai sampai ngucapin lagi lewat sms ..
Di akhir sms linda ,dia bilang gini “ maaf ya ndo ,kita gak bisa beliin kamu kado “
Padahal waktu dulu , mereka berjanji mau ngasih kado kalau salah satu dari kita ada yag ulang tahun.
“ gak papa mba , ini aja udah lebih dari cukup lho “(jawabku ke linda )

Minggu pagi ,
“kring kring “(satu pesan baru dari linda )
“ndo ,bisa anter aku service motor gak ? aku mo service gak ada temennya !”(tanya linda)
“oke mba ,nanti dulu aku mau siap siap , jemput aku jam 9 ya ?(jawabku)
“iya ndo,sip “
Sambil menunggu motor yang lagi di service , aku dan linda dengan asiknya ngobrol tanpa kenal waktu.
“aku kemarin habis afdrekin foto kita lho ni ,”(ujar linda padaku)
“mana mba ? aku minta donk ?”(tanyaku singkat)
“ya udah nanti ya , maaf nih aku sama temen temen yang lain gak bisa ngasih kamu kado ni , habis temen temen gak pada iuran ,maaf ya !( ujar linda)
“mba ,aku gak perlu kado , itu semua aja udah lebih dari cukup “(jawabku sambil memeluk linda)

Hari senin ,
Setelah usai mengerjakan UTS hari ini , aku dan sahabat sahabatku ngobrol ngobrol di dalam kelas .
Linda membuka tasnya , dan memberikan sebuah bingkisan kado kepadaku ..
Linda,setia,dita,dan ida serentak menyanyikan lagu selamat ulang tahun lagi padaku ,,
Aku hanya terbengong kaget  .
“ayo dong ,buka kadonya penasaran nih liat isinya!” (ujar ida kepadaku )
Ternyata frame doraemon warna biru dan foto fotoku dengan sahabat sahabatku ,itu isinya ..

Ya Allah betapa lengkapnya cerita indahku pada ulang tahunku kali ini ,bersama sahabat sahabt terhebatku yang aku miliki .. thanks for all sahabat ..

WUDHU

WUDHU

SYARAT WAJIB WUDHU

1. Niat yaitu keinginan hati untuk melakukan wudhu atas dasar mentaati perintah Allah dan mengharapkan keridhaan-Nya.
2. membasuh muka sekali.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku.
4. Mengusap kepala.
5. membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
6. Tertib (berurutan) dalam membasuh anggota wudhu.
7. berwudhu hingga awal dan akhir dalam satu waktu, antara satu rukun dengan rukun yang lain tidak dengan disela aktivitas lain dalam senggang waktu yang cukup lama.  sebab, memotong aktifitas ibadah ketika telah dimulai adalah terlarang.

SUNNAH WUDHU

1. Membaca basmallah
2. bersiwak
3. memulai dengan membasuh kedua telapak tangan terlebih dahulu.
4. menyela-nyela jenggot dengan air wudhu.
5. membasuh setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali.
6. memulai dari anggota badan yang kanan.
7. setelah berwudhu membaca do'a.

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Apasih ta'aruf itu? apa ta'aruf itu sama dengan pacaran pada umumnya? ada juga yang berpendapat kalau taa'ruf itu pacaran secara islami? coba deh bayangin, di dalam islam aja dilarang yang namanya pacaran, masa sih iya ada pacaran secara islami? itu sih anggapan paling konyol kalau menurutku.
taa'ruf itu sangat berbeda dengan pacaran.

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

nah kalau udah tau apa pengertian dari taa'aruf itu apa masih berfikiran untuk menyamakan ta'aruf dengan pacaran? mulai dari sekarang kita ubah devinisi dari taa'ruf itu sendiri ya?.
biar lebih jelas, saya coba beri gambaran tentang perbedaan taaruf dengan pacaran.

A. Perbedaan Ta'aruf Vs. Pacaran
Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan motor itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri.

B. beberapa hadist mengenai taa'ruf

أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..

“Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka .”
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ

“Aku berta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yg tiba-tiba ? mk beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”

Adapun suara dan ucapan wanita pada asal bukanlah aurat yg terlarang. Namun tdk boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tdk boleh melembutkan suara. Demikian juga dgn isi pembicaraan tdk boleh berupa perkara-perkara yg membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian mk suara dan ucapan menjadi aurat dan fitnah yg terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا

“Maka janganlah kalian berbicara dgn suara yg lembut sehingga lelaki yg memiliki penyakit dlm kalbu menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yg ma’ruf .”

Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabat lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingan dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tdk berbicara lbh dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.

C. beberapa pertanyaan tentang taa'ruf
1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?
2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?
3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?

Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari:

بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ

Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.
Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ

“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)
Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut:
1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim.
Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرِهَا، وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45)
Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya –karena seluruh tubuh wanita adalah aurat– sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya :

وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ

“Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ

“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An-Nazhar, hal. 11-10)
Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu)
2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلىَ النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ

“Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)
Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)
3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”
Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)
Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً

“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226)
Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ

“Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim)
Demikian pula dengan pandangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ …

“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….”
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ

“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”
Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا

“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32)
Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.
Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan).
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:

أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ

“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)
Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”
Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .
Wallahu a’lam.

Hati untuk Neva

ada yang percaya jodoh? iya tentu saja semua orang dimuka bumi percaya akan hal itu, ada yang masih dalam penantian? tetap teguhkan hati kalian yaa :) sebuah cerpen ini aku buat khusus untuk orang-orang yang sedang menantikan jodohnya, semoga lekas di pertemukan :)
alhamdulillah, naskah cerpen hati untuk Neva ini pernah di minta salah satu kawan saya untuk film pendeknya :) semoga saja diluaran sana bisa kita petik pelajarannya bersama sama Aamiin :) believe Allah? ketetapan-Nya itu nyata..


Hati untuk Neva

Neva, seorang gadis berumur 19 tahun, wanita bermata almond ini, berusaha mencuri kasih sayang dari orang-orang didekatnya. Bertahan hidup untuk adik cantiknya, dan berusaha menjadi sosok hebat, tegar dan kuat. Walau kehidupannya bisa dibilang layak, fasilitas serba ada, apapun keinginannya terpenuhi. Tapi apa artinya materi, jikalau ayahnya tukang judi, ibunya menjadi seorang wanita penghibur semenjak di tinggalkan oleh suaminya. Sedangkan Neva, hanya punyai seorang adik cantik, peri kecilnya Rara.
Suatu hari Neva bertemu dengan Fikar, pemudabertubuh atletis, gitaris yang juga satu kampus dengannya. Disuatu masa, Fikar yang telah lama memendam perasaan pada Neva pun akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya.
Valentine days, 14 februari yang manis, Hati untuk Neva.

# Parkiran#

Setibanya diparkiran, pukul 08.15 Neva memarkirkan motor kesayangannya.
(melirik jam Casio di tangan kanannya)

Neva : oh My God! Udah jam delapan seperempat, mati deh gue!
                ( menempuh jidat,  sambil berlari meninggalkan parkiran)

Sementara Neva berlari, di susul Fikar yang berjalan menyusuri parkiran, sambil melirik-lirik motor-motor yang tertata rapi. Pandangan Fikar tertuju pada salah satu motor matic berwarna biru yang bermerk Scoopy. Sekejap Fikar langsung menghampiri motor yang sedari tadi dipandangnya itu.
Fikar : ini orang udah pikun atau gimana. Segala kontak motor pake ditinggal.
                (sambil mengambil kontak motor  tersebut)

*lalu fikar segera menghampiri pos satpam*

Fikar : ini satpam pada kemana yah! Satupun engga ada yang kelihatan. Terpaksa lah gua simpen aja dulu ini kontak. (meninggalkan pos satpam tersebut)

*fikar berjalan menuju kantin kampus, di tengah jalan dia bertemu dengan Dodo, kawan seperjuangannya*

Dodo : hei mamen, rejeki nih gua ketemu loe pagi-pagi.
                (sambil merangkul dan menepuk-nepuk Fikri)
Fikri : gue tau maksud loe Do! Pasti loe lagi nyari gratisan makanan kan?
                (mengerutkan kening, sambil menggoda Dodo)
Dodo : hehe, sohib gua ini emang paling the best. Gua belum sarapan nih Fik, traktir gua dong! Boke nih.
Fikri : makanya itu perut jangan kayatong yang siap nampung segalanya.
Dodo : ah sial! Loe itu sohib gue atau musuh gua sih?
                (sambil mengepal kepalkan tangannya dan siap menonjok Fikri kapan saja)
Fikri : haha, becanda bro! Loe kaya ngga kenal gua aja!
Dodi : jadiiii.... fiks loe mau traktir gua fik?
                 (sambil menunjukan wajah welas asihnya)
Fikri : iya gua traktir elo, asal awas ya! Jangan nambah.
                (menonyol kepala Dodo)


*depan kelas*

Neva yang sedari tadi didepan kelas, sambil mendengarkan dosen yang didalam sedang menerangkan. Sesekali dia mengintip kejendela, takut dan enggan untuk masuk karena sudah telat 15 menit.
Tok..tok..tok..
Cekrek...

Neva : selamat pagi pak,maaf saya telat.
Pak Dosen : Neva.. neva.. telat berapa menit ini kamu?
                (sambil menunjuk-nunjuk jam tangannya)
Neva : mmm... 15 menit pak. Maaf tadi belum sempat isi bensin jadi mogok.
                (belum disuruh bicara tapi Neva sudah berusaha menjelaskan pada dosen killer itu)
Pak Dosen : kamu ini sudah telat masih saja mau ngeles! Yasudah duduk kamu.
Neva : terimakasih pak.

Setelah mata kuliah selesai, Neva buru-buru pulang, karena dia tak tega jika harus meninggalkan Rara dirumah. Sesampainya di parkiran..

Neva : duh, kontak motorku kok ngga ada? Duh dimana yah gua naronya. Perasaan udah gua masukin tas kok.
(mengacak-ngacak isi tasnya sambil ngedumel)

Fikri yang sedari tadi duduk di parkiran setelah menemani Dodo makan. Ternyata kembali lagi keparkiran karena dari tadi fikirannya tertuju pada kontak motor tersebut. Menghampiri Neva yang sedang bingung monar-mandir mencari kontaknya.

Fikri : lagi nyari kontak ini mbak?
                (memperlihatkan kontak motornya didepan Neva)
Neva : aaa... iya itu kontak motor gue.
                (meraih kontak motornya dan kegirangan)
Fikri : lain kali jangan seronoh mbak, untung kontaknya aja yang hilang, kalau motornya yang hilang gimana coba? Ngga sayang apa sama duit orang tua?
Neva : eh, masnya kalau niat nolong orang gak usah nyolot dong mas! Trus pake bawa-bawa orang tua segala lagi, masnya tau apa tentang saya?!
                (sambil nunjuk-nunjuk dada Fikri dengan mata nanar menyala)
Fikri : lho lho mbak, selow dulu, kenapa mbaknya jadi marah gini sih? Mbaknya tahu nggak? Gue dari tadi disini bela-belain engga ikut MK, takutnya mbak nyari-nyari ini kontak
Neva : oh maaf mas. Aku nggak tahu. Gini deh, sebagai tanda maaf aku ke mas, gimana kalau aku traktir kopi?
Fikri : Te Ri Ma Ka Sih (sambil tersenyum) tapi ngga usah! (jawab fikri sambil berjalan meninggalkan Neva)
Neva : Eh mas... mas... tunggu dulu!
                (mengejar Fikri dan menarik tangannya)
Fikri : ada apalagi mbak? Kewajibanku udah selesai, jadi aku harus pergi.
Neva : plis trima tanda maaf gue, gue merasa bersalah banget udah marahin loe!
Fikri : okelah kalau mbaknya maksa.

Mereka akhirnya menaiki motornya masing-masing dan pergi ke sebuah caffe tempat ngopi.


**
17.00 di rumah Neva

Mamah : udah pulang kamu?
Neva : udah, Rara mana?
Mamah : itu diatas, bersih-bersih dulu,baru makan

Sementara Neva berlalu meninggalkan mamah

Neva : surprise..
                ( membuka kamar Rara sambil menunjukan dirinya dibalik pintu kamar)
Rara : kakak.. kakak kok pulangnya lama? Rara kesepian dirumah tauuu..
Neva ; maafin kakakmu ini yang cantik adeku sayang. Kaka tadi ada urusan sebentar.
Rara : ciyeee.. pasti habis jalan sama pacar nih? Ciye...
                (sambil menggoda Neva)
Neva : kamu ini, belum kepikiran masalah cowok kakak mah Ra!
                (memasang muka malu, pipinya merah merona)
Rara : ah kakak! Kakak itu udah kuliah lho, masa iya ngga ada yang naksir sih? Apalagi kakak kan cantik, tinggi, putih, apa yang kurang coba? Oh.. iya aku tau, pasti kakak yang kurang peka yah sama cowok? Buktinya bang Aldi kan naksir kakak, tapi kakaknya cuek aja ( pertanyaan menggoda Rara yang sangat menjurus membuat Neva mati kutu)
Neva : apaan sih dek! Kamu ini masih kelas 3 SMA, belajar yang bener biar bisa masuk unniversitas ternama.
Rara : haha.. ciye malah ngalihin pembicaraan kakak ini..
Neva : udahlah kakak mau kekamar aja (sambil melemparkan bantal guling Rara)

*dikamar Neva*

Sambil memikirkan apa yang dikatakan Rara tadi, Neva berbaring diatas spring bednya.
Neva : “ kurang peka? Apa iya gue inikurang peka? Iya sih emang banyak yang nyoba mendekat. Apalagi aldi, dia sangat care, tapi sayang dia islam. Sedangkan gue??
Ah apaan sih kok jadi nglantur gini.  Oh iya ada tugas yang belum sepet gue kirim. Duh gawat!
(beranjak dari kasurnya lalu membuka laptopnya sembari membuka akun facebooknya)

Ternyata ada inbok dari Fikri.

Fikri : “ hei.. nona judes! Jangan lupa naro kontak motor yang bener yah. Night Neva.

Setelah membaca inbok dari Fikri, Neva merasa ada yang ebrbeda setelah perkenalannya tadi.

Neva : hmm.. fikri.. anak teknik yang rata-rata super cool itu.. tapi kokdia beda yah? Perduli banget sama orang lain. Ah sudahlah, mending tidur.

**
Bulan-bulan lebih berwarna ketika ada Fikri di kehidupan Neva. Setelah Rara yang jadi patokan semangatnya. Sedangkan Aldi teman Neva sedari dia masuk kuliah pun menaruh perhatian lebih padanya.sayangnya Neva tidak bisa menanggapinya karena perbedaan agama dan status sosial yang berbeda.



21.00
Diruang makan

Neva : mamah rapi banget mau kemana?
Mamah : kamu nggak perlu ikut campur urusan mamah Neva! Tugasmu hanya belajar.
                (sambil menghabiskan roti dipiringnya)
Neva : mah, Neva udah gede, Neva udah bisa mikir. Mamah sering kluar malem, pulang pagi dengan bau alkohol.
Mamah : oh kamu malu? Kamu malu di besarin sama mamah iya? Dasar anak nggak tahu diri. ( mengambil tasnya lalu pergi)
Sementara Neva hanya duduk diruang tamu dan menangis.

**
Aldi yang sedang bersama teman-temannya tidak sengaja memergoki mamahnya Neva yang sedang berjalan bersama om-omnya.

Aldi : tante?? Tante sedang apa malem-malem begini?? Itu siapa tante??
                (tanya Aldi menjurus)
Mamah Neva : eee... ini temen tante Al. Oh sudah ya tante lagi banyak urusan.
                (sambil menarik om-om tersebut)
Aldi : ada yang aneh! Jangan-jangan? Ah besok aja gue tanyain ke Neva.

**
Pagi hari di taman dekat kampus, Neva dengan setumpuk bukunya membuat tukang kebun dikampungnya nyengir keheranan. Tiba-tiba Aldi datang, menyudutkan Neva dengan berbagai pertanyaan.

Aldi : Neva!
Neva : eh, loe Al. Ngapain loe kesini?
Aldi : gue sengaja nyariin loe!
Neva : nyari gue? Tumben, ada apa emang?
Aldi : nev, loe jawab jujur ya pertanyaan gue. Tadi malem gue liat mamah loe jalan sama om-om?
Mamah loe wanita penghibur?
Neva : eh, jaga mulut loe ya Al! Gue kecewa sama loe!
                (sambil meninggalkan Aldi)

Ternyata Fikri yang dari tadi janjian dengan Neva sudah ada dibelakang mendengar pembicaraan Neva dengan Aldi. Aldi yang memaki Neva berusaha mengejarnya. Langsung dihentikan oleh Fikri.

Fikri : jangan dikejar!
                (sambil memegang lengan Aldi)
Aldi : apaan sih loe!
                (berusaha melepaskan lengan Aldi)
Fikri : loe anak bahasa kan? Nggak sepantesnya loe ngomong kasar ke cewek bro!
Aldi : heh, apa urusan loe? Emang loe siapanya dia? Sok-sokan ikut campur!
Fikri : gue emang bukan siapa-siapanya Neva, dan gue tau loe lebih dulu kenal dia. Tapi sayang, loe nggak mengenali Neva secara utuh.
Aldi : halah loe mana tau tentang dia bray! Jangan-jangan loe naksir dia ya? Jawab loe!
                (sambil menarik kerah baju Fikri)
Fikri : kalau iya loe mau apa? Gue emang udah dua bulan suka sama dia, dan loe nggak ada hak buat nglarang.
Aldi : rese loe!
                (berlalu meninggalkan Fikri)

**

Setelah Aldi pergi, Fikri lalu mengejar Neva.
Fikri : Neva.. neva.. tungguin gue Nev!
                (berlari berusaha menghentikan  Neva)
Neva : apalagi Fik? Loe udah tau semuanya kan? Loe denger semuanya kan? Apa loe sekarang juga mau ngehina nyokap gue Fik? Jawab!
                (bentak Neva sambil menangis)
 (Fikri berusaha menennangkan Neva sambul memeluknya)
Fikri : loe berfikir senegatif itu sama gue Nev. Gue bukan tipikal cowok yang suka ngrendahin cewek. Masih ada gue disini. Gue ngga akan ninggalin loe apapun keadaannya.
                (sambil memennangkan Neva)
Neva : fik, gue mau pulang, anterin gue pulang  -_-

**
Besok adalah malam valentine, dimana pada sejarahnya adalah hari penuh cinta. Sementara Fikri terbanyang pada lamunannya. Masih tentang Neva, selalu tentang Neva.

Fikri : masih ada kebahagiaan untukmu Nev, aku janji bakal buat kamu bahgia. Hatiku untukmu Nev.

Fikri lalu membuka laptopnya, lalu mengetikan pesan singkat di inbox facebooknya.

“ besok, jam 19.00 gue tunggu di cafe yang dulu kita ngopi bareng ya! Mimpi indah cantik.”

Malam valentine days, Fikri sejam yang lalu sudah ada di cafe, menyiapkan kejutan kecil untuk Neva. Di cafe ini semuanya berawal, dari yang tidak sengaja kehilangan kontak hingga akhirnya mereka dekat. Short message berdering di handphone Neva.

“duduk di bangku nomer 07 ya, aku udah siapin, tunggu aku ya”
Neva lalu duduk di bangku nomer 07 pesanan Fikri.
Selang beberapa menit, panggung musik yang grup bandnya membawakan musik jass itu pun berganti dengan lagunya yovie the nuno janji suci.

Fikri : lagu ini buat seseorang dihadapan gue, semoga terhibur cantik.
 Ternyata Fikri menyanyikan lagu itu, sebagai ungkapan keseriusannya pada Neva, setelah lagu yang dibawakan fikri selesai, Fikri langsung menyatakan perasaannya.
Fikri : lagu yang tadi gue nyanyiin khusus buat cewek spesial bergaun merah dihadapan gue. Nev, mungkin tindakan gue ini salah, ataupun benar gue nggak tau. Tapi yang jelas, gue sayang loe, smenjak loe kehilangan kontak loe, gue pengen selalu ada buat loe Nev. Eee.. terserah loe mau jawab apa, tapi kalau loe terima gue, loe kesini hampiri gue, tapi kalau loe nolak, loe boleh pergi tinggalin gue disini.

*kemudian Neva menghampiri Fikri*

Neva : loe apaan sih Fik, bikin gue shock aja!
                (terlihat sekali matanya berkaca-kaca penuh haru)
Fikri : neva, gue sayang sama loe, apa loe mau jadi pendamping gue?
                (sambil menekuk kakinya kebelakang, lalu menyodorkan sebuah cincin berbalut wadah kacanya berwarna putih)
Neva : gue ngga mau Fik, loe jahat!
                (sambil memegang pipi Fikri)
Kamu jahat udah lama gantungin gue, gue ngga mungkin bisa nolak loe fik!

Fikri sempat tak percaya bahwa Neva ternyata menerimanya. 14 februari, hari yang sangat indah, manis semanis coklat valentine  yang berbalutkan kertas kuning emasnya dan berpita merah muda. Dibalik kelamnya hidup, ada sosok Fikri dibelakangnya.

“ Hati untuk Neva”

~ the end~